Lompat ke isi utama

Berita

Totok Hariyono Dorong Bawaslu Indramayu Perkuat Profesionalisme dan Konsolidasi Demokrasi

cak totok

foto bersama anggota Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono, SH. foto: Aas adiwijaya

INDRAMAYU — Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, S.H., mendorong jajaran Bawaslu Kabupaten Indramayu memperkuat jati diri kelembagaan, profesionalisme, dan eksistensi di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Cak Totok (sapaan akrab Totok Hariyono) saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bawaslu Kabupaten Indramayu, Rabu (12 Agustus 2026). Dalam arahannya, Cak Totok menekankan agar seluruh jajaran tetap memiliki mindset sebagai aktivis demokrasi, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Menurutnya, wajah Bawaslu tercermin dari sikap dan kerja pimpinan, sementara sekretariat memiliki peran penting dalam memberikan dukungan teknis dan administratif agar tugas kelembagaan berjalan optimal.

Cak Totok, juga menempatkan PPPK sebagai bagian penting dari kelompok profesional dan tulang punggung kelembagaan Bawaslu. Status tersebut, kata dia, harus diikuti dengan peningkatan kompetensi dan kemauan untuk terus belajar. Jajaran PPPK didorong memahami tugas sesuai bidangnya, termasuk penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, pencegahan, pengawasan, serta tugas-tugas kepemiluan lainnya. Ia juga meminta Bawaslu Indramayu membangun budaya belajar secara rutin melalui forum diskusi internal.

“profesionalisme tidak cukup hanya ditunjukkan melalui status kepegawaian, tetapi harus dibuktikan melalui kemampuan, pengetahuan, dan kualitas kerja”, ujar Cak Totok.

Dalam konteks Konsolidasi Demokrasi, Cak Totok meminta jajaran Bawaslu Indramayu memahami dan menjalankan substansi Instruksi Ketua Bawaslu tersebut secara nyata. Konsolidasi demokrasi, menurut dia, tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dengan memperkuat komunikasi dan jejaring bersama masyarakat. Pimpinan dan jajaran Bawaslu perlu aktif turun ke lapangan, berinteraksi dengan organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas, petani, nelayan, dan kelompok masyarakat lainnya, sekaligus memberikan pendidikan mengenai kepemiluan dan demokrasi. Langkah tersebut penting agar masyarakat mengenal keberadaan Bawaslu tidak hanya ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga sebagai lembaga yang terus bekerja menjaga demokrasi.

“Bawaslu pada hakikatnya bukan hanya pekerja pemilu, melainkan pekerja demokrasi. Karena itu, ketika tahapan pemilu selesai, kerja kelembagaan tetap harus hadir melalui pendidikan demokrasi, penguatan partisipasi masyarakat, serta perlindungan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi”, Tegas Cak Totok

Lanjutnya, demokrasi membutuhkan kepercayaan publik terhadap institusi dan prosesnya. Karena itu, eksistensi Bawaslu harus terus ditampakkan melalui gagasan dan kerja nyata agar masyarakat memiliki pemahaman, kedekatan, dan rasa memiliki terhadap demokrasi. Konsolidasi demokrasi menjadi salah satu cara untuk membangun jejaring dan empati publik terhadap keberadaan Bawaslu.

Selain penguatan kelembagaan dan konsolidasi demokrasi, Cak Totok mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas, soliditas, serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara. Penggunaan anggaran harus dilakukan secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab, dengan prinsip bahwa setiap sumber daya negara harus dikembalikan untuk kepentingan negara dan mendukung perbaikan kelembagaan. Ia berharap jajaran Bawaslu Indramayu terus belajar, menjaga profesionalisme, memperkuat solidaritas antara pimpinan dan sekretariat, serta aktif menampakkan eksistensi lembaga melalui kerja-kerja demokrasi.

"Yang penting kalian belajar, belajar, belajar, dan jaga eksistensi," ujar Cak Totok.

 

Penulis / Foto : Aas Adiwijaya
Editor : Vikyi Noviandi