Ngabuburit Pengawasan Perkuat Spirit Kelembagaan dan Literasi Demokrasi Publik
|
Indramayu — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu menggelar peluncuran perdana “Ngabuburit Pengawasan” sebagai ruang strategis untuk memperdalam literasi demokrasi sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan pengawas pemilu.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Indramayu, Supriadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin Ramadan. Program tersebut dirancang sebagai forum dialektika antara jajaran Bawaslu dan jejaring pengawasan, termasuk alumni P2P, SKPP, serta Panwascam.
“Melalui forum ini, Bawaslu ingin memastikan isu kepemiluan tetap menjadi perhatian publik meski berada di luar tahapan pemilu. Pendekatan ini penting untuk menjaga kualitas demokrasi yang berkelanjutan,” ujar Supriadi saat peluncuran Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kabupaten Indramayu, Rabu (25/2/2026), yang dilaksanakan secara hybrid.
Pada Ramadan 1447 Hijriah, Bawaslu RI kembali meluncurkan program Ngabuburit Pengawasan yang resmi dimulai Senin (23/2/2026) dan dilaksanakan secara berjenjang di setiap tingkatan.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Indramayu, Dede Irawan, menegaskan penguatan kelembagaan pengawas pemilu bertumpu pada tiga aspek utama, yakni kewenangan, regulasi, dan sumber daya manusia. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, harus ditopang kepemimpinan yang solid agar fungsi pengawasan, pencegahan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa berjalan efektif.
Ia menambahkan, dinamika terbaru termasuk penguatan mandat Bawaslu dalam penyelesaian sengketa proses menunjukkan peran lembaga pengawas semakin strategis. Karena itu, peningkatan kapasitas dan konsolidasi jejaring pengawasan menjadi kebutuhan mendesak.
Senada, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Ivan Sagito, menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak boleh dipahami sebagai kerja musiman. Edukasi publik, diskusi, dan penguatan wawasan kepemiluan harus terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar terhadap potensi pelanggaran dan berani melapor.
Sementara itu, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Muhammad Saprudin, mengingatkan pentingnya refleksi kelembagaan di tengah berbagai wacana publik mengenai efektivitas lembaga pengawas. Menurutnya, kontribusi nyata Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi harus terus diperkuat melalui kerja yang relevan, adaptif, dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Ahmad Tabroni, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh jejaring pengawasan, termasuk yang pernah terlibat di tingkat kecamatan, tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem demokrasi. Keterlibatan mereka mencerminkan kuatnya modal sosial pengawasan partisipatif di Kabupaten Indramayu.
Melalui Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Indramayu menargetkan terbentuknya ruang pembelajaran publik yang konsisten, kritis, dan inklusif.
“Forum ini diharapkan mampu menjaga denyut pengawasan demokrasi tetap hidup, memperkuat kepercayaan publik, serta mempersiapkan ekosistem pengawasan yang lebih matang menuju Pemilu dan Pilkada mendatang,” pungkasnya.
Penulis/Foto : Vikyi Noviandi
Editor : Aas Adiwijaya