Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi PMII–Bawaslu: Pengawasan Partisipatif Jadi Kunci Kesadaran Demokrasi

audiensi pmii

Bawaslu Kabupaten Indramayu bersama Pengurus Cabang PMII menggelar diskusi “Pojok Pengawasan” bertema Membangun Kesadaran Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif, foto: viky

Indramayu — Bawaslu Kabupaten Indramayu bersama Pengurus Cabang PMII menggelar diskusi “Pojok Pengawasan” bertema Membangun Kesadaran Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif. Rabu, 17 Juni 2026. Forum ini menghadirkan Ketua PC PMII Indramayu Ahmad Fikri sebagai narasumber dan Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Indramayu, Supriadi, sebagai pemantik diskusi.

Dalam pemaparannya, Supriadi menekankan pentingnya menjaga ruang kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pengawas pemilu tanpa membatasi dinamika gerakan. Ia mencontohkan pengalaman saat menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa, yang menurutnya justru menjadi bagian dari komunikasi demokrasi.

“Demonstrasi bukan berarti anti terhadap Bawaslu, tetapi bentuk penyampaian aspirasi. Yang penting, ruang dialog tetap terbuka,” kata Supriadi.

Ia juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memunculkan dua sisi sekaligus: peluang partisipasi publik yang lebih luas, tetapi juga ancaman berupa penyebaran hoaks dan disinformasi.

“Politik uang kini tidak lagi konvensional, tetapi bertransformasi melalui platform digital. Ini menjadi tantangan baru dalam pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Fikri menegaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan masyarakat. Ia menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai jembatan antara masyarakat dan pengambil kebijakan.

“Kesadaran demokrasi tidak bisa dibangun sendiri oleh lembaga negara. Harus ada keterlibatan publik, termasuk mahasiswa,” kata Fikri.

Diskusi yang diikuti mahasiswa PMII dari berbagai komisariat itu juga menyinggung pentingnya pendidikan politik di masa non-tahapan pemilu. Bawaslu, kata Supriadi, memiliki mandat untuk terus mendorong partisipasi masyarakat agar tidak hanya aktif saat pemungutan suara.

Forum berlangsung dinamis dengan dialog dua arah antara peserta dan narasumber. Sejumlah isu seperti demokrasi digital, peran mahasiswa sebagai agen perubahan, hingga desain pemilu ke depan turut menjadi bahan diskusi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu dan PMII berharap terbentuk kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas lembaga resmi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.


Penulis/Foto: Vikyi Noviandi
Editor : Aas Adiwijaya