Bawaslu Indramayu Dorong Pengawasan Partisipatif Pemuda melalui Edukasi Kepemiluan
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu terus memperkuat pengawasan partisipatif dengan menyasar kelompok pemuda dan pelajar sebagai bagian strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepemiluan yang menekankan peran pemilih muda tidak hanya sebagai pengguna hak pilih, tetapi juga berperan melalui pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.
Pemuda memiliki posisi krusial dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Tingginya jumlah pemilih pemula pada setiap pemilu menuntut adanya pemahaman yang memadai terkait hak dan kewajiban kewarganegaraan, termasuk kesadaran untuk menolak praktik politik uang, penyalahgunaan kewenangan, serta berbagai bentuk pelanggaran pemilu lainnya.
Melalui kegiatan seminar kewarganegaraan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Lelea,kolaborasi dan kerjasama Bawaslu dan Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Pangeran Dharma Kusuma, Kamis (05 Februari 2026), Bawaslu Kabupaten Indramayu mendorong terbentuknya pemilih muda yang kritis, rasional, dan berintegritas. Edukasi ini menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai bahwa pengawasan pemilu bukan semata tugas penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Anggota Bawaslu Kabupaten Indramayu, Supriadi, menegaskan bahwa pemuda tidak hanya diposisikan sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai generasi pengawas. Kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pengawasan partisipatif diharapkan dapat menciptakan iklim demokrasi yang sehat, jujur, dan adil di tingkat lokal maupun nasional.
“Bawaslu menilai lingkungan sekolah dan kampus sebagai ruang strategis dalam membangun budaya demokrasi. Pemilih pemula yang mendapatkan pemahaman kepemiluan secara utuh akan lebih siap berpartisipasi aktif, baik dalam menggunakan hak pilih maupun dalam melaporkan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungannya,” jelas supriadi saat memberikan materi seminar sebagai narasumber.
Lanjutnya, sinergi antara Bawaslu, lembaga pendidikan, dan mahasiswa menjadi langkah konkret dalam memperluas jangkauan pengawasan partisipatif. Dengan penguatan literasi kepemiluan, Bawaslu Kabupaten Indramayu berharap pemuda mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan rakyat dan masa depan demokrasi Indonesia.
Penulis/foto : Vikyi Noviandi
Editor : Aas Adiwijaya